Liputan6.com, Jakarta - Fattah melangkah mendekati Sandy yang berdiri terdiam, menatap jauh ke halaman depan. Ekspresi Sandy sulit dibaca, seolah ia sedang menyusun pikirannya dengan hati-hati.
Ketika mendengar langkah kaki Fattah, Sandy menoleh dan memberikan senyuman tipis, meski matanya memancarkan kewaspadaan. Fattah bertanya, Bisa kita bicara sebentar? Sandy mengangguk pelan tanpa sepatah kata, melewati Harry dan Zara yang tampak kebingungan.
Di halaman depan rumah Zara, Fattah dan Sandy berdiri berhadapan. Fattah membuka percakapan, Entah apa yang kamu tahu tentang aku, apakah itu dari ruang guru atau tempat lain, tapi aku ingin tahu alasan kenapa sejak pertemuan pertama kita, kamu tampak sangat membenciku dan tidak ragu untuk menunjukkan itu? Sandy menunduk, menggenggam erat tangannya sendiri.
Sementara itu, kelompok Go Green masih sibuk dengan laporan kebun sekolah mereka, hingga tiba-tiba Slay Queen mendatangi...